Breaking News

GAM Sagoe Meh Ijoe Desak Titik Terang Atas Dugaan Skandal yang Menyeret Nama Bupati Aceh Timur

REPORTER:si kopral

Aceh Timur | Internal GAM Sagoe Meh Ijoe secara resmi angkat bicara menanggapi isu dugaan asusila yang menyeret nama Penjabat  Bupati Aceh Timur. Pihaknya mendesak agar persoalan yang telah menjadi konsumsi publik ini segera mendapatkan kejelasan hukum demi menghindari fitnah yang meluas.

Menjaga Integritas dan Kebenaran
Pihak GAM Sagoe Meh Ijoe(intervet) memberikan imbauan tegas kepada seluruh jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) serta elemen masyarakat untuk tetap objektif. Ia menekankan agar tidak ada pihak yang mencoba mengaburkan fakta demi kepentingan materi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, KPA, dan semua lapisan agar tidak membela pihak tertentu karena motif bayaran. Kita semua memiliki kewajiban moral untuk membela yang benar terkait isu-isu dugaan skandal yang kini viral di berbagai media dan grup WhatsApp," ungkapnya.

Isu ini semakin memanas menyusul beredarnya video di akun TikTok yang berisi pengakuan seorang pria yang mengaku suami dari wanita yang di dunga telah di eskondel oleh bupati Aceh Timur Pria tersebut secara terbuka mengklaim adanya dugaan gangguan terhadap keutuhan rumah tangganya yang melibatkan oknum bidan dan menyeret nama orang nomor satu di Aceh Timur tersebut.

Merespons hal ini, GAM Sagoe Meh Ijoe memperingatkan agar tidak ada oknum aktivis maupun anggota organisasi yang memancing di air keruh,agar semua lapisan membela yang benar bukan yang bayar 

"Saya berharap baik dari kalangan GAM, KPA, maupun aktivis tidak mengambil keuntungan dalam kejadian ini. Kita wajib membela kebenaran, jangan menjadi penjilat yang membenarkan siapa yang membayar," tegasnya kembali.

"Guna memastikan kebenaran dari dugaan kasus ini, pihak Sagoe Meh Ijoe meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan. Hal ini dinilai penting agar polemik di tengah masyarakat tidak terus menjadi bola liar.

Kepastian Hukum: Menunggu keputusan resmi dari pihak berwenang agar dugaan ini bisa diselidiki secara tuntas.

Mencegah Fitnah: Langkah hukum dianggap sebagai satu-satunya cara agar kasus ini tidak sekadar menjadi buah bibir yang tidak berujung.

Transparansi: Mendesak transparansi agar publik mengetahui apakah dugaan tersebut memiliki dasar yang kuat atau hanya sekadar isu belaka.
Hingga saat ini, redaksi terus berupaya meminta klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun pihak terkait lainnya guna memastikan keberimbangan informasi terkait dugaan kasus yang sedang berkembang ini.
© Copyright 2022 - tamiang.onenews.co.id