Breaking News

Warga Sekumur Harap Ruslan Daud Datang Lihat Langsung Pascabanjir, di Tengah Aksi Psikohealing Politeknik Pelayaran Malahayati di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang | Pemulihan pasca bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terus berjalan. Politeknik Pelayaran Malahayati hadir melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berupa *Psikohealing* untuk memulihkan trauma warga, terutama anak-anak yang terdampak banjir bandang.

Di tengah upaya pemulihan psikis tersebut, persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar warga masih menjadi keluhan utama. Hal ini disoroti Anggota DPR RI Komisi V yang juga duduk di Badan Anggaran DPR RI, H. Ruslan Daud

Ruslan Daud yang di Komisi V membidangi infrastruktur, perhubungan, pembangunan desa dan kawasan tertinggal, menilai Aceh Tamiang masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Menurutnya, ada tiga persoalan mendesak yang masih dikeluhkan warga di lapangan, yaitu jalan rusak yang menghambat akses ekonomi, rumah warga pascabencana yang belum tertangani tuntas, serta krisis akses air bersih yang sangat mendesak.

"Anggaran negara lebih dari Rp4.000 triliun jangan hanya berhenti di Jakarta. Harus terasa di Aceh Tamiang. Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harus benar-benar dirasakan," tegas Ruslan Daud, Minggu (18/10/2026).

Suara Warga Sekumur: Dua Kali Naik Bot Penyeberangan

Keluhan itu dialami langsung oleh warga. Derita usanti (Ite)warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, menggambarkan sulitnya akses menuju desanya pasca banjir bandang.

Ia berharap H. Ruslan Daud bisa datang langsung melihat kondisi desanya.

kami dari Desa Sekumur, dua kali naik bot penyeberangan. Kalau bisa Bapak datanglah ke desa kami di Sekumur untuk melihat keadaan setelah pasca banjir bandang. Terima kasih kepada H. Ruslan Daud telah berpartisipasi kepada masyarakat Aceh Tamiang,"_ ungkap Susanti.

Kesaksian Susanti menjadi potret nyata bahwa pemulihan fisik belum selesai. Warga masih harus berjuang dengan akses transportasi darurat menggunakan perahu untuk keluar masuk desa.

Sementara itu, Tim Psikohealing Politeknik Pelayaran Malahayati menilai pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh. Fisik dipulihkan melalui anggaran dan infrastruktur yang diperjuangkan DPR RI, sementara mental dipulihkan melalui pendampingan psikologis.

"Anak-anak di Sekumur ini trauma berat. Tugas kami di sini membantu mereka kembali ceria, tapi kami juga berharap ada Bapak Ruslan Daud yang mengawal agar jembatan, jalan, dan rumah mereka segera dibangun kembali," ujar perwakilan tim PkM.

© Copyright 2022 - tamiang.onenews.co.id